Level Bianconeri Di Pandang Naik Jika Menangkan Liga Champions

Level Bianconeri Di Pandang Naik Jika Menangkan Liga Champions – Mulai sejak setahun lebih paling akhir, Juventus tetap selalu mengendalikan Italia. Namun, level Bianconeri dipandang baru naik kalau sukses memenangi Liga Champions.

Juventus merajai Liga Italia dengan kemajuan menggapai tujuh Scudetto beruntun. Hegemoni itu makin ditekankan selesai Juve menangkan empat dari lima final Coppa Italia mulai sejak 2012.

Walau begitu, La Vecchia Signora belum pula mampu menangkan persaingan Eropa, puasa titel yang terkena mulai sejak 1996. Dua final yang digapai dalam empat musim paling akhir selesai dengan kekalahan dari Barcelona di 2014/15 serta dari Real Madrid di 2016/17.

Ambisi Juventus menangkan Liga Champions dibuktikan dengan mengambil Cristiano Ronaldo dari Madrid pada musim panas ini. Sama dengan harapan, Juve kian sukar dibendung.

Pasukan garapan Massimiliano Allegri itu tdk terkalahkan dalam 13 laga di semua persaingan dengan 12 kemenangan. Juve nyaman memuncaki klassemen Liga Italia dengan kelebihan enam point dari pesaing terdekatnya, Inter Milan di urutan ke-2. Sedang di Eropa, Juve tetap 100 prosen di tiga laga pertama.

“Team kerja dengan sangatlah baik serta histori telah berkata. Dari tujuh tahun paling akhir, ada tujuh gelar Serie A serta dua final Liga Champions (yang diperoleh Juve),” papar Allegri diberitakan Football Italia.

“Mengawasi level ini amatlah sukar. Kalau kami pingin melebarkan jarak lebih jauh kembali, cuma ada satu trik: Menangkan Liga Champions,” lebih ia.

Allegri lewat cara pribadi menunjuk Barcelona menjadi pesaing khusus timnya di Liga Champions. Barca pun saling menangkan tiga laganya.

“Ada kompetitor kuat yang kemungkinan kami lawan diakhir Liga Champions kelak, mereka ialah Barcelona. Kami mesti siap. Mulai Maret kelak, ini (Liga Champions) jadi kejuaraan tidak sama yang manakah memerlukan keberuntungan, tdk ada cedera, serta semua pemain dalam situasi terunggul,” kata bekas pelatih AC Milan itu.

“Liga Champions ditetapkan peristiwa serta insiden, jadi kami mesti pandai serta untung. Serie A masih tujuan nomer satu sebab lebih seperti balap sepeda yang ditetapkan dalam beberapa babak. Lalu baru Coppa Italia,” sambungnya.